Melacak Jejak Musik Rock Leuwiliang Era ’70, ’80, dan ’90-an – Riki Noviana
Rp120.000
Leuwiliang, salah satu kawasan di ujung Bogor bagian barat, menyimpan banyak cerita. Dalam hal musik, kecamatan yang letaknya sekitar 22 kilometer dari Kota Bogor ini telah melahirkan musisi-musisi berbakat dan band-band ‘beken’.
Kenapa Leuwiliang jadi pilihan penulis? Pertama, tentu saja fakta bahwa Leuwiliang adalah titik episentrum lahirnya budaya populer di Bogor Barat pada era 1970-an.
Kedua, Leuwiliang merupakan kota suci bagi pecinta musik dari beberapa kecamatan yang mengelilinginya. Pada era 1980-an, mereka berbondong-bondong ke Leuwiliang untuk mencari referensi, Memasuki 1990-an, mereka melakukan eksodus setiap kali ada perhelatan musik.
Ketiga, tidak banyak pihak yang mau membahas ‘ketenaran’ band-band Leuwiliang di era ’90-an. Misalnya Gonk Go dan Natural, yang pernah merajai panggung musik dengan lagu-lagu berkategori Pemecah Gendang Telinga.
Lalu ada Snyper, yang mampu menguasai puluhan lagu rock berbahasa Inggris dan sukses menginvasi 10 panggung musik dalam kurun waktu dua tahun di usia para personelnya yang masih bau kencur.
Melalui buku berjudul Melacak Jejak Musik Rock Leuwiliang ini, penulis mencoba untuk merekonstruksi sejarah musik rock di kampung kelahirannya. Ia ingin dunia tahu bahwa api musik rock di Leuwiliang tidak pernah padam.
—
Judul: Melacak Jejak Musik Rock Leuwiliang
Era ’70, ’80, dan ’90-an
Penulis: Riki Noviana @riki.noviana
Pembaca Pruf: Fernando Simandalahi
Penata Letak: OPM Creative
Pendesain Sampul: Benny Permana
15 x 23 | 174 hal.
Genre: Nonfiksi, Memoar
Est. Berat: 250 gram
Terbit: Juli 2024
Stok 200






Ulasan
Belum ada ulasan.