Deskripsi
Jauh sebelum Leuwiliang tumbuh menjadi pusat keramaian seperti hari ini, wilayah tersebut pernah dipimpin oleh seorang lurah yang namanya teramat disegani: Wa Dayot. Pemilik nama asli Raden Achmad Hidayat ini memegang kemudi kepemimpinan sejak dekade 1940-an hingga akhir 1960-an. Garis hayatnya memaksa beliau tegak berdiri memimpin masyarakat menembus bentangan era paling radikal dalam sejarah Tanah Air; mulai dari zaman kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang, fajar revolusi kemerdekaan, hingga teror berdarah pemberontakan DI/TII di Bogor Barat.
Buku ini melampaui sekadar catatan biografi formal seorang pejabat lokal. Lembarannya menyingkap sebuah narasi mendalam tentang keberanian bersahaja, batas kemanusiaan, serta totalitas dedikasi dalam membentengi ruang hidup warga di masa-masa paling kelam. Namun, di balik ketangguhannya menghadapi musuh dari luar, dinamika politik pedesaan ternyata menyimpan duri yang jauh lebih getir.
Bukan hanya dari faksi luar, badai terbesar justru datang berupa pengkhianatan batin dan keretakan yang merayap di dalam lingkaran kerabatnya sendiri. Ketika kemurnian garis kebangsawanan masih dianggap sakral melampaui logika, silsilah darah justru dipolitisasi dan dijadikan amunisi kampanye hitam oleh faksi oposisi di lingkaran trah ningratnya sendiri—meluncurkan intrik sistematis demi mendesak sang lurah untuk segera turun dan mundur dari jabatannya.
Dari ketatnya patroli malam bersenjata golok, tragedi pembakaran kampung perbatasan, rahasia kelam di balik berdirinya sebuah lapangan sepak bola, hingga potret kedekatan emosional beliau bersama jiwa-jiwa yang kekurangan dan komunitas keturunan Tionghoa—seluruh fragmen tersebut dirangkai secara intim melalui metode sejarah lisan keluarga dan ingatan kolektif para tetua warga Leuwiliang.
Lurah Dayot dalam Ingatan Leuwiliang hadir sebagai sebuah cermin besar yang memotret wajah Indonesia dari sudut pandang sebuah kampung. Sebuah kisah autentik tentang ketegaran rakyat kecil, bilik luka sejarah yang jarang terjamah, serta riwayat nyata mengenai jiwa-jiwa besar yang memilih untuk tetap merawat nilai-nilai kemanusiaan ketika dunia di sekeliling mereka nyaris runtuh berkeping-keping.
_______________________________________________________
Lurah Dayot dalam Ingatan Leuwiliang:Kisah Pengabdian, Kepemimpinan, dan Kehidupan Masyarakat di Bogor Barat Era 40-60an
©2026, Riki Noviana
Penulis
Riki Noviana
Penyunting
Theodore
Penata Letak
Nurul Fahmi Bandang
Pendesain Sampul
Riki Noviana
140 x 220 mm | xii, 285 hal.
Nonfiksi, Biografi
Cetakan pertama, Agustus 2026






Ulasan
Belum ada ulasan.