Kimono Musim Dingin – Christin Liem
Rp85.000
Dari rooftop Shibuya Sky tampak Sera, Mina, dan Aoi sedang menikmati pemandangan Kota Tokyo yang terlihat 360 derajat di ketinggian 230 meter dari tanah. Hari yang cerah membuat langit hanya menampakkan warna biru tanpa awan sedikit pun. Matahari bersinar terang seakan-akan posisinya persis di atas kepala.
Berkat keramahan matahari di Jepang, mereka bisa terus berjalan hingga puluhan ribu langkah setiap harinya. Angin musim dingin yang berembus memang membuat mereka kedinginan, tetapi hal itu membantunya untuk bertahan di negeri Matahari Terbit yang mampu mengikis kekuatan panas sang mentari.
Salah satu pengalaman tak terlupakan adalah pada saat mereka mengenakan kimono dengan warna-warna cerah mirip seorang geisha tanpa bedak tebal berwarna putih yang menutupi wajahnya. Langkah pendek mereka yang disebabkan oleh busana kimono yang mereka kenakan berbentuk baju terusan seperti huruf T dengan panjang hingga semata kaki itulah yang membuat langkahnya jadi lebih “priayi” bak seorang putri. Ditambah dengan zori—sandal bakiak—yang makin menambah beban kakinya. Namun, setiap perjuangan pada akhirnya meminang kebahagiaan. Mereka pun berhasil menjadi penemu kuil dengan panorama yang sangat indah. Di situlah mereka menyadari bagaimana rasanya menjadi Kristoforus Kolombus saat menemukan Benua Amerika.
Kimono Musim Dingin
©2025, Christin Liem
Penyunting
Yuli Triyuliani
Penata Letak
OPM Creative
Pendesain Sampul
pamungkasragil
14 x 20 | x, 290 hal.
Softcover
Nonfiksi, Traveling
Stok 200






Ulasan
Belum ada ulasan.