Ketika Puisi Berkarib dalam Diam – Faridha

Rp80.000

Di tengah riuh dunia yang sering keras, di mana kata-kata sering kehilangan makna dan menjadi komoditas, kumpulan puisi ini hadir sebagai pengingat: bahwa mendengar bisa sama kuatnya dengan berbicara, dan keheningan pun bisa berbunyi. Mustafa Ismail – Pegiat Kebudayaan, dan Redaktur BudayaTempo

Sebuah antologi puisi bisa menjadi pintu mengenal penyairnya. Setiap larik tak muncul begitu saja. Ada begitu banyak kata yang datang dan pergi, dibuang dan dipungut menjadi bait-bait puisi. Yang nyata dan tak bisa kita pungkiri adalah puisi lahir dari kedalaman sumur hati yang hanya bisa ditimba oleh pemiliknya sendiri. Faridha telah menemukan sumur bening itu dan terus menimba airnya menjadi kata. Dan kita sedang menikmati ceritanya dalam buku yang seperti pintu, terbuka. D. Kemalawati, Penyair Aceh, salah seorang Deklarator Hari Puisi Indonesia (HPI)

__

Ketika Puisi Berkarib dalam Diam

©2025, Faridha

 

Penulis

Faridha

 

Penyunting

Theodore

 

Penata Letak

Deano

 

Pendesain Sampul

Varselyart

 

Gamber Isi

Unsplash

 

13 x 19 cm | xvi, 94 pgs.

Fiksi, Puisi

Kategori: ,

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Ketika Puisi Berkarib dalam Diam – Faridha”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *