NADA-NADA YANG TAK HANYA DIDENGAR: SNADA dalam Sejarah Musik Islam Populer di Indonesia – Fram Han

Rp65.000

Bagaimana bila dakwah tidak hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga melalui harmoni vokal dan irama musik akapela?

SNADA bukanlah sekadar grup musik, melainkan bagian dari sejarah kebudayaan Islam kontemporer di Indonesia. Lewat gaya akapela dan aransemen bernuansa Barat, SNADA memperkenalkan wajah baru nasyid yang menggabungkan pesan dakwah Islam dengan pendekatan hiburan yang relevan dan inklusif.

Melalui pendekatan historis, tulisan ini mengungkap bagaimana SNADA menyuarakan nilai-nilai keislaman melalui musik. Penelusuran perjalanan SNADA melalui perspektif sejarah, budaya, dan musik, dengan menggali latar belakang dan metode penyampaian nilai spiritual serta sosial di balik lirik dan gaya musikalnya. Buku ini berusaha membongkar lapisan makna di balik lirik dan irama SNADA, serta cara mereka menjadikan musik sebagai sarana dakwah yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Berdasarkan riset mendalam arsip lagu, dokumentasi media, serta wawancara langsung, SNADA melalui lagu-lagunya, buku ini bukan sekadar dokumentasi sejarah, melainkan juga menggugah pertanyaan penting: bisakah musik menjadi jembatan antara spiritualitas dan kemanusiaan dalam impitan zaman yang terus berubah?

Sebuah bacaan menarik yang menyatukan kedalaman riset dan perjalanan nostalgia, untuk siapa pun yang ingin mengenal sisi lain dari dakwah; melalui nada dan suara.

 

______

NADA-NADA YANG TAK HANYA DIDENGAR: SNADA dalam Sejarah Musik Islam Populer di Indonesia
©2025, Fram Han

Penulis
Fram Han

Penyunting
Fajariah Syahfitri

Penata Letak
OPM Creative

Perancang Sampul
Varseliyart

13 x 19 cm | viii, 137 hal.
Nonfiksi, Sejarah Musik Islam

Kategori: , ,

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “NADA-NADA YANG TAK HANYA DIDENGAR: SNADA dalam Sejarah Musik Islam Populer di Indonesia – Fram Han”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *