Gaza Tak Pernah Sunyi – Hardi
Rp88.000
Di balik reruntuhan dan kehancuran akibat perang, lima dokter Indonesia menempuh misi kemanusiaan ke Gaza, bukan sebagai pahlawan bersenjata, melainkan sebagai penjaga kehidupan di tengah puing dan duka.
Mereka menyaksikan penderitaan; luka fisik dan kehilangan nyawa yang memekakkan hati. Rumah sakit tak lagi menjadi tempat perlindungan, melainkan medan perang yang bahkan menjadi sasaran. Di tanah ini, tempat suci pun, satu per satu musnah, lebih dari 800 masjid runtuh total. Gereja bersejarah−Santo Porphyrius, Keluarga Kudus, Baptis Gaza−pun hancur, tanpa sorotan media.
Dalam bayang ketakutan dan keterbatasan mereka bertahan demi satu kata: kemanusiaan.
Cerita ini mengajak pembaca menapaki penderitaan rakyat Palestina sejak Nakba, perlawanan dengan Intifada, dan merasakan Gaza sebagai “penjara” selama 77 tahun, hingga kerangka serangan Oktober 2023 sebagai ekspresi atas penindasan.
Saat pulang, mereka tak membawa kejayaan, melainkan kesaksian−bahwa Gaza bukan sekadar peperangan, melainkan negeri yang diabaikan dunia.
Jejak mendalam tertinggal di sanubari, mengingatkan bahwa kepedulian sejati tak berhenti di tanah asing, melainkan dimulai dari lingkungan sekitar, yang mungkin tak terlihat tapi menjerit dalam diam.
______
Gaza Tak Pernah Sunyi
©2025, Hardi
Penulis
Hardi
Penyunting
Yuli Triyuliani
Penata Letak
OPM Creative
Pendesain Sampul
Pamungkasragil
13,5 x 20 cm | viii, 370 Hal.
Fiksi, Novel






Ulasan
Belum ada ulasan.